Penentuan Sifat Fisik Gas

      Menentukan berat gas, specific gravity gas, Pr, Tr, Z(faktor kompresibilitas), viskositas gas, densitas gas, dan faktor volume formasi gas adalah termasuk dari penentuan sifat fisik gas.
      Untuk menentukan semua itu harus berurutan, karena banyak variabel yang saling berkaitan, dan membutuhkan tabel pembantu untuk memudahkan penghitungan.
      Dalam penentuan sifat fisik gas terdapat 2 kasus:
1. Gas yang tidak terdapat CO2, H2S, N2, dll (non-Impurities)
2. Gas yang terdapat CO2, H2S, N2, dll (Impurities)

      Perbedaan penentuan kasus tersebut terletak pada Ppc, Tpc, Pr, Tr, dan Z yang harus dikoreksi atau tidak perlu. Untuk gas yang non-Impurities maka Ppc, Tpc, Pr, Tr, dan Z tidak usah dikoreksi, sedangkan untuk gas yang Impurities maka Ppc, Tpc, Pr, Tr, dan Z yang harus dikoreksi.

Berikut adalah urutannya (non-Impurities) :
1. Membuat tabel pembantu.
2. Menentukan Ma, Ppc, Tpc.
     - Ma = Jumlah dari Mi . Yi
     - Ppc = Jumlah dari Yi . Pci
     - Tpc = Jumlah dari Yi . Tci
3. Menentukan specific gravity (SG).
4. Menentukan Pr dan Tr.
5. Menentukan Z (dari grafik).
6. Menentukan viskositas.
7. Menentukan densitas.
8. Menentukan faktor volume formasi.

Berikut adalah urutannya (Impurities) :
1, Membuat tabel pembantu.
2. Menentukan Ma, Ppc, Tpc.
     - Ma = Jumlah dari Mi . Yi
     - Ppc koreksi = (Jumlah dari Yi . Pci)+Pc komponen impurities
     - Tpc koreksi = (Jumlah dari Yi . Tci)+Tc komponen impurities
3. Menentukan specific gravity (SG).
4. Menentukan Pr dan Tr.
     - Pr koreksi = P/Ppc koreksi
     - Tr koreksi = T/Tpc koreksi
5. Menentukan Z koreksi (dari grafik).
6. Menentukan viskositas.
     - Menggunakan grafik 1 atm koreksi.7. Menentukan densitas.
     - Z = Menggunakan Z koreksi
8. Menentukan faktor volume formasi.
     - Z = Menggunakan Z koreksi

Urutan penentuan


Penjelasan lebih dalamnya:

1. Membuat Tabel Pembantu
Contoh tabel pembantu

2. Menentukan Ma, Ppc, dan Tpc
Dalam menentukan Ma bisa menggunakan rumus dibawah ini. Untuk Ppc, dan Tpc bisa langsung dari tabel pembantu (lihat tabel pembantu)
Menentukan Ma (berat molekul campuran)

3. Menentukan Specific Gravity (SG)
Specific gravity (SG) ini digunakan untuk menentukan viskositas melalui grafik, contohnya pada grafik viskositas komponen impuritis.
Menentukan specific gravity (SG)

4. Menentukan Pr dan Tr
Dalam menentukan Pr dan Tr ada 2 kasus yang akan membedakan penentuanya:
a. Gas yang tidak mengandung CO2, H2S, N2, dll (non-Impurities)
b. Gas yang mengandung CO2, H2S, N2, dll (Impurities)

Berikut penjelasan penentuan Pr dan Tr:
a. Untuk campuran gas yang tidak mengandung CO2, H2S, N2, dll (non-Impurities), tidak usah koreksi.
Menentukan Pr dan Tr
b. Untuk campuran gas yang mengandung CO2, H2S, N2, dll (Impurities), menggunakan Pr dan Tr koreksi.
Menentukan Pr koreksi  dan Tr koreksi
Untuk Ppc koreksi dan Tpc koreksinya bisa menggunakan rumus dibawah ini:
Menentukan Ppc koreksi dan Tpc koreksi

5. Menentukan Faktor Kompresibilitas (Z)
Dalam menentukan menentukan faktor kompresibilitas (Z) bisa dilakukan dengan cara membaca grafik Faktor Kompresibilitas dengan memplot hasil dari Pr dan Tr.
Berikut contoh grafiknya :
Grafik faktor kompresibilitas

6. Menentukan Viskositas
Disini cara yang digunakan adalah dengan membaca grafik viskositas. terdapat beberapa grafik yang harus ditentukan untuk mencari viskositas yaitu:
a. Non-Impurities
     - Grafik viskositas 1 atm
     - Grafik viskositas rasio
b. Impurities
     - Grafik viskositas 1 atm yang didalamnya terdapat grafik kecil atau grafik komponen impurities.
     - Grafik viskositas rasio.
Setelah grafiknya sudah ditentukan semuanya, kemudian hitung menggunakan rumus dibawah ini:
Penentuan viskositas

7. Penentuan Densitas
Dalam menentukan densitas yang perlu diperhatikan adalah berat gas campuran (Ma), jika ingin menentukan densitas komponen per komponen saja, maka Ma diganti menggunakan M komponen tersebut.
Penentuan densitas

8. Penentuan Faktor Volume Formasi gas
Ada dua cara dalam menentukan faktor volume formasi gas, cara ini tergantung satuan apa yang dibutuhkan.
Faktor volume formasi
Jika gas terdapat CO2, H2S, N2, dll (Impurities) maka Z yang digunakan adalah Z koreksi, tapi jika gas tidak terdapat CO2, H2S, N2, dll (non-Impurities) maka menggunakan Z yang tidak koreksi.



Sumber : Pemahaman Admin
*) Laporkan bila ada kerusakan link atau kesalahan pada penulisan mohon beritahu kami melalui menu Kontak