Porositas

A. Definisi Porositas

Porositas merupakan sifat fisik batuan yang menunjukkan kemampuan batuan untuk menampung fluida didalam pori-porinya. Cadangan hidrokarbon suatu reservoir ditentukan oleh porositas batuan reservoir. Hanya pori-pori yang saling berhubungan (Porositas efektif) yang diperhitungkan dalam perhitungan-perhitungan reservoir.

B. Faktor yang Mempengaruhi Porositas

Faktor Primer

• Bentuk Grain (Particle sphericity & angularity)
• Packing
• Sorting (variable grain sizes) Faktor Sekunder
• Sementasi
• Overburden stress (compaction)
• Vugs, dissolution, and fractures

Pembahasan :

• Bentuk Grain (Particle sphericity & angularity)
- Semakin rounded (membulat) bidang sentuh antara grain yang satu dengan yang lain akan semakin kecil sehingga volume rongga yang dihasilkan antar grain tersebut akan semakin besar dan Φ semakin membesar.
- Semakin pipih bentuh grain bidang sentuh antara dua grain akan semakin besar sehingga ruang pori yang dihasilkan akan semakin kecil dan Φ semakin kecil.
- Bentuk butir yang bersudut-sudut akan memperkecil porositas karena kemungkinan saling tindih antar grain semakin besar, sehingga pori-pori semakin kecil dan Φ semakin kecil juga.


• Packing
- Semakin teratur susunan pengepakan menyebabkan kemungkinan tertempatinya rongga pori oleh oleh bagian dari grain tertentu akan semakin kecil sehingga porositas makin besar.
- Susunan antar butir yang mendekati sudut 60o  terhadap hprizontal (rhombohedral) maka volume pori akan makin kecil.
- Susunan antar butir yang mendekati sudut 90 derajat terhadap horizontal (orthogonal) maka volume pori akan semakin besar.
- Semakin besar interval atau distribusi ukuran pori maka peluang terisinya rongga oleh grain yang lebih kecil akan semakin besar sehingga pori akan semakin kecil.


• Sorting (variable grain sizes)
- Semakin teratur ukuran grain (sortasi besar) maka semakin besar ruang pori karena kemungkinan rongga terisi grain yang lebih kecil semakin sedikit sehingga porositas membesar.
Semakin tidak teratur ukuran grain (sortasi rendah) maka ukuran pori semakin tidak teratur sehingga kemungkinannya terisi oleh grain yang lain yang berukuran lebih kecil semakin besar sehingga porositas semakin rendah.



• Sementasi
Adanya material semen selain memperkuat ikatan antar butir ternyata juga mempersempit ruang pori karena material ini  mengisi rongga tersebut.
 
• Vugs, dissolution, and fractures
Terdapatnya rekahan atau gerowongan dapat memperbesar porositas

• Overburden stress (compaction) 
Semakin dalam lokasi suatu batuan maka beban lapisan diatasnya yang ditanggung akan semakin besar sehingga pengaruh kompaksi akan memperkecil ruang porinya.


C. Jenis Porositas

Berdasarkan Pembentukannya
1. Porositas Primer
Porositas primer yaitu porositas yang terbentuk bersamaan dengan proses pembentukan batuan tersebut (kompaksi, konsolidasi, sementasi, stratifikasi dll).
Contoh :
- Intergranular pores (Clastic & carbonate).
- Intercrystalline dan fenestral pores of carbonates.

2. Porositas Sekunder
Porositas Sekunder yaitu porositas yang terbentuk setelah proses pembentukan batuan selesai. Misalnya karena terbentuknya rekahan akibat gempa, patahan, atau interaksi dengan zat kimia tertentu (sulfat).
Contoh :
- Grain dissolution (sandstones / carbonates.
- Vugs (carbonates).
- Fracture (sandstones, shales, & carbonates ).

Secara umum prositas primer lebih uniform dibandungkan dengan Porositas sekunder (induced porosity).

Berdasarkan Kualitatif
1. Porositas Absolut (total)
Porositas absolut (total) adalah porositas yang menghitung perbandingan antara keseluruhan ruang pori dengan volume bulk suatu batuan.

2. Porositas Efektif
Porositas efektif adalah porositas yang menghitung harga pori-pori yang saling terhubung.


D. Mencari Harga Porositas

Untuk menentukan porositas diperlukan pengukuran parameter-parameter volumetrik.